Pages

Sunday, September 1, 2019

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemkot Kupang Ongkosi Warga Miskin

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjamin 10.800 warga miskin tetap mendapatkan jaminan kesehatan, meskipun iuran BPJS Kesehatan naik hingga 100 persen.

"Kami menjamin warga miskin tetap mendapat pelayanan jaminan kesehatan. Layanan kesehatan tetap diberikan di berbagai fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas maupun RSUD SK Lerik," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Ari Wijana, seperti dilansir Antara, Minggu (1/9).

Menurut dia, jaminan sosial kesehatan bagi warga miskin menjadi tanggungan negara, sepanjang warga miskin masuk dalam basis data terpadu yang ditanggung APBD II.

Pemkot Kupang sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp23.500 per jiwa per bulan dari dana APBD II untuk jaminan kesehatan masyarakat, termasuk membayar iuran jaminan kesehatan warga miskin.

"Apabila terjadi kenaikan iuran hingga 100 persen seperti yang diumumkan, maka tinggal disesuaikan saja karena basis data terpadu yang sudah terintegrasikan dipastikan mendapat jaminan kesehatan dari APBD II Kota Kupang," kata Ari.

Menurut catatannya, data warga miskin di Kota Kupang menurun sekitar 4.000 orang dari 12.800 orang. Namun, penurunan dikarenakan terjadi duplikasi nama, sehingga jumlah warga miskin yang mendapat jaminan kesehatan BPJS Kesehatan di Kota Kupang hanya 10.800 orang.

Pengurangan data warga miskin sebanyak 4.000 orang tersebut karena nomor induk kependudukan (NIK) tidak akurat, sehingga tidak terkoneksi dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri.

"Ada yang alamatnya tidak jelas sehingga perlu diverifikasi ulang. Jumlah warga miskin yang masuk dalam data di Kementerian Dalam Negeri hanya 10.800 orang yang diakomodir dalam jaminan sosial kesehatan dari APBD Kota Kupang," tegas Ari.

Namun, ia mengatakan jumlah warga miskin di daerah bisa bertambah karena proses pendataan masih dilakukan untuk mengetahui secara jelas keberadaan 4.000 orang warga miskin yang tidak masuk dalam data kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/bir)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2ZAi3ol
via IFTTT

Perang Dagang, Media China Sindir Tarif Tambahan AS

Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Berita China, Xinhua, mengisyaratkan bahwa tarif tambahan untuk impor produk China yang diterapkan Amerika Serikat (AS) mulai 1 September 2019 ini tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi China. Tarif tambahan merupakan imbas perang dagang kedua negara yang berkepanjangan.

"AS harus belajar bagaimana berperilaku berhenti bertindak sebagai 'pengganggu.' Sebagai negara adikuasa, ia harus memikul tanggung jawab semestinya dan bergabung dengan negara-negara lain untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik dan lebih makmur. Dengan begitu, Amerika bisa menjadi hebat kembali," tulis Xinhua, dilansir Reuters, Minggu (1/9).

Zhong Sheng, seperti tertulis dalam harian lokal, menyebut tarif tidak bisa menghambat perkembangan China. Ia bahkan berkeyakinan perekonomian China masih akan booming dan menarik investasi masuk dari perusahaan-perusahaan asing.

Diketahui, mulai hari ini, AS memberlakukan tarif tambahan untuk impor China. Jadwal tarif baru berlaku mulai 1 September 2019, pukul 04.01 GMT atau 11.01 WIB.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan menerapkan tarif 15 persen atas impor China yang bernilai lebih dari US$125 miliar, termasuk speaker pintar, headphone bluetooth dan alas kaki.

Sebagai bentuk pembalasan, China akan mengenakan tarif 5 persen pada minyak mentah AS, yang mana ini menjadi kali pertama kali minyak AS menjadi sasaran sejak dua negara ekonomi terbesar di dunia memulai perang dagang mereka lebih dari setahun yang lalu.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia meningkatkan tarif yang ada dan direncanakan sebesar 5 persen pada impor China senilai sekitar US$550 miliar setelah China mengumumkan tarif pembalasannya atas barang-barang AS.

Sementara, tarif tambahan 15 persen untuk telepon seluler, komputer laptop, mainan dan pakaian mulai berlaku pada 15 Desember mendatang.
[Gambas:Video CNN]

(Reuters/bir)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2LoR8BR
via IFTTT

Ibu Kota Pindah, Jakarta Tetap Jadi Pusat Ekonomi

Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Diheim Biru menyebut Jakarta tetap memegang peranan penting sebagai pusat ekonomi nusantara, meski nantinya tidak lagi menjadi ibu kota negara. Karenanya, ia melihat pembenahan Jakarta tetap diperlukan.

Seperti diketahui, pemerintah berniat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Jika tidak ada aral melintang, proses perpindahan akan dimulai pada 2024 nanti.

"Saatnya jejak-jejak ekologis yang dipijak di daerah ini diringankan dengan membenahi fasilitas dan infrastruktur yang kelak ditinggal lembaga pemerintah pusat di kemudian hari," ujarnya, seperti dilansir Antara, Minggu (1/9).

Beberapa hal yang dapat dijadikan perhatian, yakni pembenahan aspek keramahan lingkungan, seperti peredaman kebisingan, ruang terbuka hijau (RTH) dan penataan infrastruktur jalan.

Hal itu perlu dilakukan menimbang Jakarta bisa saja diberikan otonomi daerah dan kemungkinan tidak berbenturan banyak kepentingan. Sehingga, menurut Diheim, pengelolaannya menjadi lebih leluasa.

Sebab, Jakarta yang berpotensi menjadi destinasi wisata, sambung dia, rentan terkena bencana alam, seperti banjir dan gempa. Ia juga menyoroti pengelolaan air di Jakarta yang banyak menyerap air tanah, sehingga memicu kenaikan permukaan air.

Kemudian, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan biopori yang memadai dapat menjadi opsi untuk memitigasi, sekaligus membenahi infrastruktur sistem trotoar yang lebih ramah untuk pejalan kaki.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simajorang meyakini bahwa pemindahan ibu kota nantinya tidak akan berdampak besar terhadap kegiatan bisnis, ekonomi, serta perputaran uang di Jakarta.

Ia yakin Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis di Indonesia. Pasalnya, Jakarta masih menyandang status sebagai ibu kota negara ASEAN. Posisi tersebut menjadikan Jakarta jendela bagi para pengusaha dari luar Indonesia.

Di sisi lain, Sarman juga memperkirakan perpindahan ibu kota justru akan berdampak pada peningkatan produktivitas usaha di Jakarta. Pasalnya, pemindahan tersebut akan berdampak pada penurunan tingkat kemacetan.

"Misalnya, kelancaran logistik, kelancaran transportasi dan pengiriman barang akan lebih cepat. Jadi, sebenarnya itu tidak signifikan mengurangi perputaran uang dan juga bisnis di Jakarta," terang dia.
[Gambas:Video CNN]

(Antara/bir)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2zIpQRy
via IFTTT