
Berdiri di samping Putin, Merkel mengatakan kedua negara, terutama Rusia yang duduk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bertanggungjawab terhadap penyelesaian berbagai masalah itu.
Kanselir Jerman kelahiran 17 Juli 1954 itu lebih lanjut mengatakan dia juga berencana mengangkat isu hak azasi manusia dan hubungan bilateral kedua negara yang mengalami ketegangan sejak Moskow menganeksasi wilayah Kremia, Ukraina, pada 2014.
"Saya berpendapat isu-isu kontroversial hanya dapat disampaikan dalam dialog dan melalui dialog," katanya kepada Reuters.
Putin dan Merkel menyampaikan keprihatinan mereka atas konflik di Suriah dan masalah banyaknya pengungsi akibat perang yang telah berlangsung selama tujuh tahun di negara yang berbatasan dengan Turki, Irak, Laut Tengah, dan Yordania itu.
Menurut Merkel, sangat penting upaya mencegah terjadinya krisis kemanusiaan di Idlib, Suriah, dan wilayah di sekitarnya.
Terkait dengan upaya penyelesaian konflik Suriah ini, Merkel mengatakan dia dan Putin telah membahas isu perubahan UUD dan kemungkinan penyelenggaraan pemilu saat mereka bertemu di Sochi pada Mei lalu.
Kepada pers, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan segala upaya perlu dilakukan untuk membantu para pengungsi Suriah kembali ke negara mereka. Dia juga menyinggung bahwa Suriah membutuhkan bantuan untuk membangun kembali negeri itu.
Dalam masalah Ukraina, menurut Merkel, perlu ada upaya-upaya baru pemisahan pasukan Ukraina dan pasukan pemberontak di garis depan kawasan Donbass saat memasuki tahun ajaran baru.
Mengenai isu jalur pipa Nord Stream 2 untuk menyalurkan gas Rusia dari Baltik ke Jerman, Merkel mengatakan Ukraina harus melanjutkan perannya dalam transit gas ke Eropa, dan dia menyambut baik dimulainya pembicaraan perihal masalah ini oleh Uni Eropa, Ukraina, dan Rusia.
Bagi Putin, dilihat dari perspektif bisnis, langkah tersebut masuk akal. "Saya ingin menekankan bahwa hal utamanya adalah transit gas di Ukraina sudah lama buat kami untuk memenuhi tuntutan ekonomi. Nord Stream 2 itu proyek ekonomi," kata Putin.
Amerika Serikat berupaya menekan Jerman agar menghentikan pelaksanaan proyek pipa gas Rusia ini karena, jika diteruskan, akan meningkatkan ketergantungan sekutunya itu pada Rusia dalam suplai energi.
Ukraina sendiri mengkhawatirkan proyek jalur pipa Nord Stream 2 itu karena akan membuka jalan bagi Rusia untuk memotong peran transit bisnis gas Ukraina.
Adapun sejumlah negara tetangga Jerman di Eropa Timur juga mengungkapkan keprihatinan mereka tentang proyek itu karena khawatir pada gangguan Moskow.
Putin tiba di Jerman, Sabtu malam, setelah sebelumnya menghadiri acara pernikahan Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl dengan pengusaha Wolfgang Meilinger.
Menlu Jerman Heiko Mass dalam wawancara khususnya dengan Die Welt am Sonntag edisi Minggu mengatakan pihaknya ingin membangun momentum baru dalam proses perdamaian Minsk.
Keringanan sanksi untuk Rusia hanya akan dibahas jika kesepakatan damai Minsk dilaksanakan, katanya.
Menlu Heiko Mass mengatakan dia telah berbicara dengan Menlu Ukraina Pavlo Klimkin pekan ini, dan Menlu Rusia Sergei Lavrov akan kembali mengunjungi Berlin pada 14 September setelah bertemu Merkel di ibu kota Jerman itu bulan lalu.
Editor: R. Nasution
Pewarta: antara
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2018
No comments:
Post a Comment